Jan 27 2009

Keperawanan Saat Ini

Published by sahabatandalas under Tak Berkategori

Satu hal yang tidak pernah saya lupakan dalam hidup saya apabila melihat kemajuan di Eropah, Amerika, atau negara maju lainnya, serta yang memandang hidup itu maju bila dilihat dari sisi material semata adalah firman Allah Subhanahu Wata’ala yang tercantum dalam surah Al Imran ayat 196-197, juga ayat-ayat serta hadits shahihah sebagai pendukungnya juga.

Firman Allah tersebut sebagaimana terjemahannya adalah : ” Janganlah sekali-kali kamu terpedaya dengan kebebasan orang-orang kafir (kemewahan dan kemajuan mereka), yang bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah neraka jahannam. Dan Jahannam itu adalah tempat tinggal yang seburuk-buruknya.

Juga firman Allah untuk mengingatkan kita bahwa jauh lebih baik dan penting kehidupan akhirat ketimbang dunia itu adalah : Walalaakhiratu,khairullaka minaaluulaa”(Dan akhirat itu jauh lebih baik bagi kamu ketimbang dunia).

Hadits Rasulullah Shallallaahu.Alaihi Wasallam : ” Tidaklah yang dikatakan kaya itu dengan banyaknya harta seseorang tetapi yang dikatakan kaya adalah mereka yang kaya jiwanya.”
Salah satu penyakit hati adalah ” Hubbuddunya “(cinta akan dunia).

Bagaimana dengan keperawanan di Indonesia, kalau di Eropah, atau Amerika, mungkin sebagaimana yang diceritakan yang asli tinggal disana bertahun-tahun, sudah bukan hal yang penting lagi.
Padahal, Rasulullah Shallaallahu “alaihi wasallam, didalam hadits yang berderajat shahih, ketika seorang sahabat(ingat sahabat itu juga masih bujang, bukan yang sudah duda, atau yang bukan bujangan lagi, kalau yang duda, setahu saya sebagaimana dalam firman Allah dianjurkan untuk menikahi perempuan yang yatim dan janda, ini kebanyakan sebaliknya para duda ingin yang perawan sebanyak-banyaknya, ups..sorri, jangan diambil hati, dan jangan tersinggung bagi lelaki yang duda, suka menikah dengan gadis perawan, saya hanya sekedar menyampaikan saja apa yang saya ketahui dari firman Allah dan hadits Rasulullah, ngak dilarang koq bagi duda menikahi perawan, dan ngak dilarang juga bagi bujangan menikahi perempuan janda, atau yang masih (perawan), ketika sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya?

Apakah ia perawan atau janda?, Jawab sahabat tersebut ” Sudah Janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu?
Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan…dst..”.

Jadi disini kita melihat zaman Rasulullah (mohon jangan dilihat pernikahan Rasulullah dengan para istrinya, beliau menikah dengan janda kebanyakan dan satu gadis, karena ini adalah kekhususan beliau, jangan-jangan ada yang bilang, tuh..rasulullah saja bujangan menikah dengan janda, sementara ketika ia sudah menikah, masih milih yang perawan, yaitu ‘Aisyah).

Jangan-jangan lihat disana, tetapi lihat hadits perkataan Rasulullah dalam hal ini, agar lelaki bujangan memilih yang masih perawan. Kalau ingin menikahi yang janda dengan tujuan baik, ingin menolong, silahkan saja, kalau anda lelaki kaya. Intinya, begitu pentingnya arti keperawanan /kegadisan di zaman Rasulullah, kenapa zaman sekarang hal ini sudah semakin menipis?

Ini dikarenakan betapa banyak hadits-hadits Rasulullah dan Fiman Allah Ta’ala yang sudah semakin dipudarkan warnanya.

Zaman sekarang, SMP saja sudah merasa malu tidak punya cowok? inilah akibat pengaruh lingkungan, padahal sebaliknya dulu, rasanya malu sekali masih kecil sudah punya cowok, bakalan babak belur badan oleh orang tua. Dan betapa takutnya dulu kalau kesentuh tangan saja oleh lelaki. Dan saya masih ingat, betapa kagetnya suami saya pada malam pertama, melihat dan mengetahui betapa suci dan betapa murninya istri yang ada didepan matanya, tidak pernah disentuh lelaki yang bukan mahramnya, perawan, sebenar-benar perawan dalam segala sisi, hati dan badan, dan itu memang saya jaga sekali, sejak saya kecil, sudah diniatkan bahwa jiwa dan tubuh saya kelak adalah milik suami saya, tidak seorangpun bisa menyentuh saya sampai saya menikah, dan saya tidak pernah sekalipun melihat maaf(kepunyaan lelaki dewasa), mata saya terjaga untuk melihat semua itu, Allah yang jaga itu, sampai benar-benar milik suami adalah yang saya ketahui.

Tetapi seiring dengan kemajuan teknologi, ada internet, tanpa disadari terbuka situs begitu, atau televisi, dan itu benar-benar terlihat setelah menikah. Tahu itu dosa,dan tanpa keinginan kita sama sekali, buka sana sini, klik sana sini, terkliklah yang berbau porno begitu, dan selalu dicoba untuk menjauhi pandangan melihat semua itu, karena jelas semua itu dosa dan merusak hati dan jiwa serta pandangan mata yang pada hakikatnya Allah menciptakan mata untuk melihat kebesaranNya,membaca kalamNya, itulah pengaruh dari kemajuan teknologi, kalau tidak hati-hati bisa terjungkir balik kita dibuatnya.

Bagaimana dengan gadis zaman sekarang? Allahua’lam, katanya sukit sekali mencari yang perawan lahir bathin, perawan sama sekali tidak pernah kesentuh tangan, wajah, dan lain-lainnya oleh lelaki lain, karena apa, hampir kebanyakan masih SMP sudah punya pacar, dan katanya tidak sah, atau tidak asyik kalau pacaran tidak melakukan permulaan semacam itu, walaupun hanya sebatas pegangan, ciuman saja, bagi saya sama saja, ngak perawan tangannya, wajahnya juga, walau yang satu mahkotanya masih perawan. Apalagi yang sudah tidak perawan seluruh anggota tubuhnya?

Bagaimana, apakah mudah saat sekarang mendapatkan perempuan yang perawan segalanya?
Jawabannya ada ditangan andalah wahai kaum lelaki, andalah juga yang termasuk salah seorang “merusak”
perempuan itu, anda memegangnya, menciumnya dan seterusnya, berarti andalah yang menciptakan semakin berkurangnya perempuan Indonesia yang perawan tulen saat ini.

Wassalamualaikum
Sumber: www.rozy.web.id

No responses yet

Jan 26 2009

Dunia Semut

Published by sahabatandalas under Intro

Semut adalah serangga yang eusocial dari keluarga formisidae dan termasuk ordo himenoptera dari kelas insekta dalam klasifikasi serangga bersama dengan lebah dan tawon. Semut bersifat holometabola, mulut tipe pengunyah atau penghisap, tidak bersayap, hewan betina memiliki ovipositor, serta ada yang bersifat soliter dan ada yang bersifat sosial.
Sistem kasta semut terdiri atas tiga bagian besar dalam koloni, yaitu kasta pertama adalah ratu dan semut-semut jantan, yang memungkinkan koloni berkembang biak. Dalam satu koloni bisa terdapat lebih dari satu ratu. Ratu mengemban tugas reproduksi untuk meningkatkan jumlah individu yang membentuk koloni. Tubuhnya lebih besar daripada tubuh semut lain. Sedangkan tugas semut jantan hanyalah membuahi sang ratu, bahkan hampir semua semut jantan ini mati setelah kawin. Kasta kedua adalah para prajurit. Mereka mengemban tugas seperti membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu. Kasta ketiga terdiri atas semut pekerja. Semua pekerja ini adalah semut betina yang steril. Mereka merawat semut induk dan bayi-bayinya, membersihkan dan memberi makan. Yang mengerjakan pekerjaan selain dalam koloni tersebut adalah tanggung jawab kasta pekerja. Mereka membangun koridor dan serambi baru untuk sarang mereka, mencari makanan dan membersihkan sarang. Di antara semut pekerja dan prajurit juga ada sub-kelompok, yaitu budak, pencuri, pengasuh, pembangun, dan pengumpul. Setiap kelompok memiliki tugas masing-masing. Sementara satu kelompok fokus sepenuhnya melawan musuh atau berburu, kelompok lainnya membangun sarang, dan memelihara sarang.
Walaupun jumlahnya sangat banyak, semut berukuran sangat kecil sehingga kehadirannya di dunia ini tidak banyak orang yang mempedulikannya. Namun, di balik tubuh mungilnya itu tersimpan kekuatan besar yang mengantarkan mereka pada suatu filsafat. Filsafat yang dapat dijadikan sebagai pegangan atau patokan, baik melalui contoh perilaku maupun bersikap.
Banyak perilaku semut yang mengandung filsafat kebaikan dan sangat menarik untuk dibicarakan, direnungkan, dan direalisasikan. Rela berkorban adalah hal pertama yang dapat dipelajari dari kehidupan semut. Mereka tidak egois dalam memperlakukan sesamanya, terutama dalam golongannya. Mereka lebih mementingkan kepentingan kelompok daripada kepentingan pribadinya. Hal ini hendaknya bisa menjadikan cerminan tersendiri bagi kita sebagai mahasiswa dengan pengorbanan dan kerja keras yang optimal untuk mencapai keberhasilan. Semut itu komunikatif. Koordinasi yang terjalin di antara sesama semut memungkinkan mereka mudah dalam mencapai tujuan tertentu, misalnya pencarian makanan. Hal ini bisa kita analogikan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat membutuhkan komunikasi antarmanusia demi mencapai tujuan bersama yang saling menguntungkan. Selain itu, komunikasi dapat memudahkan kita mendapat berbagai informasi dari sumber yang berbeda-beda sehingga memperluas cakrawala pengetahuan. Jika perlu terapkan saja “salam semut” (bersalaman/berjabat tangan disertai dengan cium pipi kanan-kiri sesama jenis) agar suasana kekerabatan semakin terasa! Hal berikutnya adalah disiplin yang ditunjukkan dari apiknya sistem yang diterapkan dalam dunia semut, misalnya arsitektur sarang yang rapi dan sesuai fungsi. Mahasiswa saat ini agaknya sudah semakin jauh dari kedisiplinan, misalnya tugas-tugas yang semestinya selesai malah menumpuk tertunda sehingga semakin semrawut pula pekerjaan lainnya. Dapat dikatakan, mahasiswa saat ini telah mematenkan “mengejar deadline” sebagai pemacu hampir setiap pekerjaan.
Seiring menurunnya motivasi untuk maju tampaknya antusiasisme dan kegigihan dalam berusaha, yang ditampilkan semut dalam menjaga keutuhan kelompok dan dalam menghadapi serangan ataupun ancaman luar, turut pula menurun. Begitu dihadapkan pada suatu masalah ada kecenderungan kita untuk menghindari dan bukan menyelesaikan masalah tersebut. Sejalan dengan itu, semut bekerja sesuai jenis dan tanggung jawabnya masing-masing. Tidak ada ceritanya semut pekerja mengerjakan apa yang menjadi tugas semut ratu, ataupun sebaliknya. Mereka tidak ada yang mencemaskan posisi atau jenis tugasnya sebab mereka hanya melakukan apa yang menjadi kewajibannya. Berbeda dengan kita yang tidak konsisten terhadap suatu hal dan umumnya mengerjakan hal-hal yang dipandang tidak perlu dilakukan, misalnya seharusnya belajar atau membaca malah asyik bercanda ataupun menonton televisi yang tidak jelas tujuannya.
Zaman yang semakin maju tentunya memerlukan sesuatu yang berbeda (inovatif) dan kreatif. Hal ini pula yang ditunjukkan oleh kaum semut melalui hasil pemikiran mereka bagaimana caranya membawa makanan yang ukurannya bahkan jauh berlipat ganda dari ukuran tubuh mereka hingga sampai ke sarang. Sungguh mustahil secara logika bahwa semut yang sangat kecil itu mampu membawa makanan yang sangat banyak dan berukuran sangat besar. Hal terpenting lainnya adalah sikap produktif. Semut mampu menghasilkan telur dalam jumlah sangat banyak dan dapat bermanfaat bagi manusia, misalnya untuk makanan burung, disamping untuk menciptakan generasi penerus. Oleh karena itu, kita dituntut untuk lebih produktif dalam hidup ini. Produktif yang dimaksud bukan hanya diukur dari berapa banyak materi yang kita peroleh tetapi juga diukur dari ilmu yang dapat kita serap dan terapkan dalam hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Dengan mengetahui ilmu semut, khususnya kita sebagai mahasiswa yang ingin memajukan martabat dan derajat bangsa hendaknya mampu untuk lebih dari sekadar semut. Budaya mereka yang positif dapat kita jadikan cerminan untuk berubah, yaitu dari kehidupan mahasiswa yang menjalani kehidupan seperti air mengalir begitu saja menjadi mahasiswa yang aktif dengan berbagai kegiatan bermanfaat, inovatif, dan produktif.

Sumber: Koran Pendidikan

No responses yet

Jan 26 2009

Selamat Datang

Published by sahabatandalas under Intro

Selamat datang di blog Ken

Mari kita warnai dunia dengan berbagi, semoga blog ini ada manfaatnya

Salam Aksara

Ken Dee NBL

One response so far